Harga Bitcoin Dan Mata Uang Kripto Pada Hari Ini Sempat Naik

Sarumpun.com – Harga mata uang kripto currency seperti Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dan lain-lain berpotensi terus melaju. Ada sentimen positif yang bisa mendorong kenaikan harga Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Siba Inu, Solana dan lain-lain.

Pada perdagangan Selasa 30 November 2021 pukul 07.56 WIB, CoinMarketCap mencatat harga Bitcoin, uang kripto terbesar di dunia naik 1,467% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 57.992,72 per keping.

Pada Sabtu 27 November 2021, harga Bitcoin bertengger di level 54.300 an per keping. Harga uang kripto Bitcoin yang sekitar US$ 54.000 merupakan yang terendah sejak Oktober 2021. Harga Bitcoin pernah mencapai titik tertinggi sebesar US$ 69.000 pada November 2021.

Di kelompok 10 uang kripto terbesar lainnya, harga Ethereum (terbesar kedua) naik 3,56% menjadi US$ 4.442,94 per keping. Harga uang kripto Binance Coin (terbesar ketiga) naik 2,11% menjadi US$ 622,75 per keping.

Harga uang kripto Tether (terbesar keempat) stagnan di level US$ 1. Harga uang kripto Solana (terbesar kelima) naik 2,56% menjadi US$ 205,15.

Harga uang kripto Dogecoin yang sempat populer dan kini menjadi terbesar ke-10, naik 4,95% menjadi US$ 0,2156.

Baca Juga:

Harga uang kripto lain yang pernah trending dan belakangan harganya merosot, Shiba Inu pun naik. Harga Shiba inu naik 12,40% menjadi US$ 0,000004347.

Meski harga Shiba Inu naik, tapi belum mengangkat peringkat di pasar. Shiba Inu masih duduk di peringkat 12 uang kripto dengan nilai pasar terbesar.

Sebelumnya, harga uang kripto seperti Bitcoin, ethereum, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dan lain-lain cendrung turun karena efek kemunculan varian baru Covid-19 di Benua Afrika.

Sentimen pendorong kenaikan harga Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dan lain-lain adalah semakin banyak negara yang mengizinkan penggunaan mata uang kripto tersebut sebagai alat pembayaran.

Terbaru, Thailand akan mengizinkan penggunaan mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dan lain-lain.

Dilansir dari Kompas.com, Thailand tengah berupaya untuk membangkitkan kembali industri peristiwa yang terdampak pandemi Covid 19 dengan menargetkan orang-orang kaya dengan sumber pendapatan dari mata uang kripto seperti Bitcoin, dan mata uang lainnya.

Senin (29/11), Otoritas Peristiwa Thailand tengah bekerja dengan regulator serta bursa mata uang kripto setempat sehingga turis asing bisa melakukan transaksi dengan crypto currency Bitcoin, dan ata uang kripto lainnya.

Gubernur Otoritas Peristiwa Thailand Yuthasak Supasorn mengatakan, dengan membuka izin transaksi mata uang kripto seperti Bitcoin, dan mata uang kripto lainnya untuk peristiwa, maka bisa membantu mengambalikan industri pariwisata yang kehilangan pendapatan hingga 80 milliar dollar AS akibat pandemi.

“Ada orang-orang yang kini menjadi kaya dari mata uang kripto dan mungkin mereka ingin menggunakan kekayaan yang telah mereka dapatkan tersebut,” ujar Yuthasak dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.

“Bila mereka menggunakan mata uang tersebut tanpa perlu menukarnya (dengan mata uang konvensional). atau dihadapkan dengan pajak pemerintah, maka akan membuat mereka menjadi merasa nyaman (untuk melakukan transaksi),” jelas dia.

Namun demikian, perlu waktu hingga akhirnya turis bisa menggunakan mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dan lain-lain melakukan wisata di Thailand.

Pasalnya, seperti negara lain didunia, Thailand belum menerima mata uang kripto sebagau alat transaksi yang sah. Namun demikian, otoritas pariwisata setempat mengatakan, dasar dari pertimbangan keputusan untuk mengizinkan transaksi kripto oleh turis adalah kian luasnya untuk mengizinkan transaksi kripto oleh turis adalah kian luasnya penerimaan masyarakat seiring dengan perjalanan wisata dunia yang beranjak normal.

Yuthasak mengatakan, otoritas akan membentuk unit baru depan untuk mengelola isu penerimaan mata uang kripto, mengembangkan dompet digital, serta membangun ekosistem wisata yang mendukung hal tersebut.

Otoritas paristiwa telah melakukan diskusi dengan Komisi Sekuritas dan Bursa setempat, Bank of Thailand, serta bursa kripto terbesar di Thailand, Bitkub Online terkait rencana tersebut.

“Bila Thailand ingin memulihkan sekitar 80 persen pendapatan paristiwa para pandemi pada tahun 2023 tetapi dengan jumlah kedatangan turis asing yang kita lihat pada tahun 2019, kita dapat mencapainya dengan mendapatkan sesoorang seperti Russel Crowe atau pemegang kripto seperti Tim Cook untuk berwisata ke sini,” ujar Yuthasak.

Sumber : investasi.kontan.co.id

About Mismar Ramandani

Check Also

Berikut 3 Cara Mudah Investasi Saham Bagi Para Pemula

Berikut 3 Cara Mudah Investasi Saham Bagi Para Pemula

Sarumpun.com – Berikut 3 Cara Mudah Investasi Saham Bagi Para Pemula – Menjadi mapan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.