Kini Aset Kripto Berguguran Dan Solana Mulai Rontok di 9%
Kini Aset Kripto Berguguran Dan Solana Mulai Rontok di 9%

Kini Aset Kripto Berguguran Dan Solana Mulai Rontok di 9%

59 views

Sarumpun.comKini Aset Kripto Berguguran Dan Solana Mulai Rontok di 9% – Harga mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar terbesar terpantau berjatuhan pada perdagangan Senin (20/09) pagi Waktu Indonesia. Pelemahan kripto dimulai kembali pada Minggu (19/09) kemarin.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:00 WIB, kedelapan kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin bergerak di zona merah pada hari ini.

Bitcoin terkoreksi 1,34% ke level harga US$ 47.277,45/koin atau setara dengan Rpk 673.230.888/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.240/US$), ethereum merosot 3,04% ke level US$ 3.316,67/koin atau setara Rp 47.229.381/koin, cardano ambles 4,5% ke US$ 2,26/koin (Rp 5.790.696/koin).

Berikutnya ripple ambrol 4,68% ke US$ 1,03/koin atau Rp 14.667/koin, solana anjlok 9,04% ke US$ 152,14/koin (Rp 2.166.474/koin), polkadot terdepresiasi 2,65% ke US$ 33,34/koin (Rp 474.762/koin), dan dogecoin terpangkas 4,16% ke US$ 0,2311/koin (Rp 3.291/koin).

Dalam sepekan terakhir, krip big cap secara mayoritas masih mengalami pelemahan. Hanya bitcoin dan binance coin yang berhasil keluar dari zona merah sepekan terakhir, dimana bitcoin melesat 4,65% dan binance coin naik tipis 0,08%.

Baca juga:

Sedangkan sisanya masih berada di xona merah sepekan terakhir. Koin digitalpolkadot dan cardano menjadi yang paling besar pelemahannya dalam sepekan terakhir, yakni masing-masing terkoreksi hingga 9,35% dan 8,45%.

Sementara pelemahan paling minor dibukakan oleh kripto etherum yang melemah 0,38% selama sepekan terakhir.

Pekan lalu merupakan pekan yang cendrung tenang bagi pasar kripto, karena harga mayoritas kripto sudah berkonsolidasi setelah aksi jual pekan sebelumnya lalu.

Tingkat return juga cendrung beragam, terutama di cryptocurrency alternatif, seperti solana yang merosot sekitar 19% selama sepekan terakhir karena kegagalan jaringan.

Namun hal ini berbanding terbalik di koin digital alternatif lainnya yakni avalanche yang melesat 34%, didorong oleh putaran pendanaan sebesar US$ 230 juta di jaringan terbarunya.

“Kombinasi antara faktor fundamental yang disajikan on-chain, indikator teknikal bullish dan gambaran makro yang lembut memungkinkan kami untuk mengkonfirmasi pandangan kami tentang pergerakan bullish sepenjang sisa tahun ini,” kata FundStrat, perusahaan penasihat global, menulis dalam laporan risetnya Rabu (15/09), dikutip dari CoinDesk.

Regulasi hingga saat ini tetap menjadi faktor pemberat bagi pasar cryptocurrency. Sebelumnya, Pengadilan Akun El Salvador menerima keluhan dari organisasi hak asasi manusia mengenai penenangan pembelian bitcoin dan ATM kritpo oleh pemerintah.

“Penentangan terhadap undang-undang bitcoin negara itu telah dilakukan dengan protes di seluruh ibu kota,” kata Sebastian Sinclair dari CoinDesk.

Sementara itu pada Kamis (16/09) lalau, Bloomberg melaporkan bahwa Departement Keuangan AS sedang menyiapkan laporan tentang stablecoin dan potenci risikonya terhadap sistem keuangan.

Sumber : www.cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *