Smartfren dan Moratelindo Bersiap Marger

35 views

Sarumpun.com – Operator seluler Smartfren melalui anak usahanya PT Smart Telecom (Smartel), baru saja mengakuisisi saham operator infrastruktur jaringan serat optik telekomunikasi PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo).

Jumlah saham yang diperoleh setara dengan 20,5 persen dari total modal ditempatkan Moratelindo. Sedangkan harga beli saham perusahaan sendiri adalah Rp. 360 miliar.
Dan tentu saja, langkah akuisisi ini menarik, apalagi Smartfren telah mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah bersiap untuk melakukan merger dengan Moratelindo guna mewujudkan niatnya menggelar layanan 5G di Indonesia.

Sekilas tentang Moratelindo

Moratelindo dikenal dengan infrastruktur serat optik untuk jaringan telekomunikasi dan salah satu penyedia akses jaringan terbesar di Indonesia. Moratelindo berkantor pusat di Jakarta dan didukung oleh para profesional dan ahli yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun di industri ini. Memiliki pengalaman melayani berbagai segmen pelanggan seperti telekomunikasi, pemerintahan dan industri lainnya.

Moratelindo Cable System 1 (MIC-1) merupakan jaringan internasional pertama yang dibangun oleh Moratelindo dengan panjang kabel sekitar 81,5 kilometer, yang menghubungkan Batam dan Singapura pada tahun 2007. Moratelindo juga berhasil membangun kabel darat dengan panjang kabel sekitar 23 kilometer. dari titik pendaratan Changi ke sakelar global di Singapura.

Moratelindo memiliki jaringan nasional yang menghubungkan pulau Sumatera – Jawa – Bali dengan panjang kabel 7.167 kilometer. Pada tahun 2011 Moratelindo kemudian membangun infrastruktur serat optik yang menghubungkan Batam – Dumai – Malaka (BDM) dengan panjang kabel 403 kilometer. Beberapa tahun kemudian, Moratelindo mengembangkan sambungan serat optik internasional kedua antara Jakarta, Bangka, Bintan, Batam dan Singapura (B3JS) dengan panjang kabel 1.234 kilometer. Selain itu, untuk menyediakan koneksi internet berkecepatan tinggi yang andal pada tahun 2014, dibangun jaringan akses ke Jambi dan Batam (JIBA) dengan panjang kabel 414 kilometer.

Kami memiliki backbone dengan kapasitas yang besar mulai dari Sumatra Backbone (SBB) 580 Giga, Java Backbone 430 Giga, Surabaya – Backbone Denpasar 100 Giga hingga Backbone B3JS 1.400 Giga. Selain itu Moratelindo juga memiliki koneksi kabel dalam kota (inner city) di beberapa kota di Indonesia yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Batam, Jambi, Bandung, Semarang, Solo, Yogya, Madiun, Cirebon, Malang, Jember , Bogor. , Pekanbaru, Dumai, Lampung, Serang, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Bangka, Bali dan Makasar dengan total panjang 11.388 kilometer.

Pada tahun 2015, Moratelindo melalui brand Oxygen.id mengembangkan jaringan serat optik di kawasan bisnis (dalam kota) untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi. Peran Oxygen.id adalah untuk berpartisipasi aktif dalam setiap jenis industri, mulai dari pendidikan, usaha kecil menengah, kesehatan, hotel, manufaktur, pertahanan, minyak & gas, pemerintahan hingga industri media. Jaringan Oxygen.id kini tersedia di lebih dari 200 gedung bertingkat di Jakarta.

Pada tahun 2016, pemerintah Indonesia menugaskan Moratelindo untuk melaksanakan proyek strategis nasional dengan menetapkan Moratelindo sebagai pemenang tender Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur. Sebagai bagian dari program Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPS), Moratelindo melalui anak usahanya PT Palapa Ring Barat (PRB) dan PT Palapa Timur Telematika (PTT), telah berhasil membangun jaringan serat optik dengan total panjang jaringan mencapai 10.710 km², di mana PRB jaringan serat optik sepanjang 2.256 km menghubungkan wilayah Riau, Kepulauan Riau, Natuna dan Singkawang; dan PTT membangun jaringan serat optik sepanjang 8.454 km, serat laut 50%, serat darat 45% dan jaringan gelombang mikro 5%, yang menghubungkan wilayah NTT, NTB, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Jaringan Palapa Ring Barat telah beroperasi sejak 2018, sedangkan Jaringan Palapa Ring Timur telah beroperasi sejak 2019. Penggabungan kedua proyek ini merupakan salah satu komitmen Moratelindo untuk terlibat dalam “Membangun Negeri”.

Sebagai salah satu penyedia layanan infrastruktur telekomunikasi terbesar di Indonesia, Moratelindo saat ini telah membangun jaringan kabel serat optik sepanjang 36.951 km yang terdiri dari jaringan serat darat dan serat laut. Jaringan serat optik mencakup pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Barat Daya, Papua, Papua Barat, Singapura, dan Malaka. Moratelindo akan terus membangun jaringan serat optik di seluruh kota di Indonesia hingga semua kebutuhan telekomunikasi penduduk Indonesia terpenuhi.

Selain akses jaringan, Moratelindo juga memiliki Nusantara Data Center (NDC) internasional di 5 kota besar, Jakarta, Batam, Medan, Surabaya dan Palembang. Semua NDC dibangun dengan bahan berkualitas tinggi untuk memastikan keamanan penyimpanan data dan didukung oleh lebih dari satu jaringan agar tetap aman dan dapat diakses.

Salah satu bisnis yang menguntungkan di Indonesia adalah industri hiburan. Karena itulah Moratelindo meluncurkan layanan Fiber To The Home dengan merek Oxygen.id Home pada tahun 2017. Oxygen.id Home adalah hiburan multimedia tanpa batas yang dapat dinikmati oleh pelanggan pribadi. Dengan pilihan paket kecepatan internet hingga 100 Mbit/s dan dibundel dengan lebih dari 70 saluran TV kabel lokal dan internasional, Oxygen.id Home menawarkan hiburan tak terbatas dan lengkap untuk keluarga. Ini juga merupakan salah satu komitmen kami untuk mempromosikan kualitas masyarakat modern dan mendukung cara kami berkomunikasi, berbisnis, dan bersosialisasi di tempat kerja.

Sejak didirikan pada tahun 2000 hingga saat ini, Moratelindo telah menjadi operator jaringan domestik untuk layanan telekomunikasi, menjalankan bisnisnya di ekosistem broadband, yaitu Internet, pusat data, sewa jaringan koneksi di dalam dan luar negeri. Berikut adalah gambaran umum dari masing-masing segmen usaha/jasa yang ditawarkan oleh perusahaan:

Ruang Lingkup Bisnis

Konektivitas

  • Sirkuit Sewa Swasta Internasional (IPLC – SuperNAP)
  • Sirkuit Sewa Domestik (DLC – MetroM)
  • Loop Loop (dalam kota)
  • serat gelap
  • Oxygen.id METRO

Pelayanan internet

  • IP-Transit Internasional (SuperNET & SuperNET MIX)
  • IP transit domestik (Super IIX)
  • Pertukaran internet (Mora-IXP)
  • IP VPN
  • NET hosting
  • Broadband dan Internet Khusus (Oxygen.id)
  • Oxygen.id BERANDA

Data Center

  • Rack Colocation
  • DRC (Pusat Pemulihan Bencana)
  • VPS (Server Pribadi Virtual)
  • Hosting bersama
  • Hosting cloud (cloud pribadi & cloud publik – CLOUD MORA)
  • Mora Cloud Express Connect (koneksi langsung ke Azure, AWS, Google Cloud)

Kerjasama antara Smartfren dan moratelindo

Kiprah Moratelindo di industri telekomunikasi tanah air juga menjanjikan. Dikenal dengan infrastruktur serat optik untuk jaringan telekomunikasi, Moratelindo kini menjadi salah satu penyedia akses jaringan terbesar di Indonesia.

Sekadar informasi, Moratelindo memiliki jaringan nasional yang menghubungkan pulau Sumatera, Jawa, Bali dengan panjang kabel 7.167 kilometer. Seperti diketahui, pada 2011 Moratelindo membangun infrastruktur serat optik yang menghubungkan Batam, Dumai, Malaka (BDM) dengan panjang kabel 403 kilometer.

Kemudian perusahaan ini juga mengembangkan koneksi serat optik internasional antara Jakarta, Bangka, Bintan, Batam dan Singapura (B3JS) dengan panjang kabel 1.234 kilometer. Selain itu, untuk menyediakan koneksi internet berkecepatan tinggi yang andal pada tahun 2014, dibangun jaringan akses ke Jambi dan Batam (JIBA) dengan panjang kabel 414 kilometer.

Baca juga: Review Fitur Lengkap Windows 11

Kemudian Moratelindo juga memiliki basis backbone yang kokoh dengan berbagai kapasitas mulai dari Sumatra Backbone (SBB) 580 Giga, Java Backbone 430 Giga, Backbone Surabaya-Denpasar 100 Giga hingga Backbone B3JS 1.400 Giga.

Selain itu Moratelindo juga memiliki koneksi kabel dalam kota (inner city) di beberapa kota di Indonesia yang tersebar di Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Batam, Jambi, Bandung, Semarang, Solo, Yogya, Madiun, Cirebon, Malang, Jember , Bogor. , Pekanbaru, Dumai, Lampung, Serang, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Bangka, Bali dan Makasar dengan total panjang 11.388 kilometer.

Aksi Moratelindo semakin nyata ketika mendapat kepercayaan dari pemerintah Indonesia pada tahun 2016 untuk melaksanakan proyek strategis nasional sebagai pemenang tender Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur melalui Program Kemitraan Pemerintah-Bisnis (KPBU). , melalui anak perusahaannya, yaitu PT Palapa Ring Barat (PRB) dan PT Palapa Timur Telematika (PTT).

Dalam hal ini, Moratelindo berhasil membangun jaringan fiber optic dengan total panjang jaringan 10.710 km, dimana PRB membangun jaringan fiber optic sepanjang 2.256 km di darat antara Riau, Kepulauan Riau, Natuna dan Singkawang, serta PTT membangun fiber optic sepanjang 8.454 km. jaringan optik, yaitu 50% memperluas jaringan serat laut, 45% jaringan serat darat, dan 5% link microwave yang menghubungkan wilayah NTT, NTB, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Jaringan Palapa Ring Barat sudah beroperasi sejak 2018, sedangkan Jaringan Palapa Ring Timur sudah beroperasi sejak 2019. Kedua proyek ini merupakan salah satu komitmen Moratelindo untuk turut serta membangun negeri.

Baca juga: Rekomendasi Antivirus Terbaik 2021

Moratelindo saat ini memiliki jaringan kabel serat optik sepanjang 36.951 km, yang terdiri dari jaringan serat optik di darat dan di laut. Jaringan serat optik mencakup pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Barat Daya, Papua, Papua Barat, Singapura, dan Malaka. Moratelindo akan terus membangun jaringan serat optik di seluruh kota di Indonesia hingga semua kebutuhan telekomunikasi penduduk Indonesia terpenuhi.

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan Moratelindo diakui sebagai perusahaan yang andal dalam menjawab tantangan penyediaan layanan 5G di Indonesia, khususnya ketersediaan kapasitas jaringan interkoneksi ke seluruh broadcaster. Dimana itu hanya mungkin dengan teknologi fiber optic.

Selain itu, Merza mengatakan dengan penggabungan tersebut diharapkan kerjasama antara Smartfren dan Moratelindo akan semakin erat kedepannya. Sejauh ini, menurut Merza, Smartfren telah mengajukan keterbukaan informasi berupa ringkasan rencana penggabungan usaha dan pendaftaran penggabungan usaha ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia melanjutkan, penggabungan Smartfren dan Moratelindo diharapkan dapat tercapai dan diselesaikan secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *