Review Black Shark 2 Beserta Harga dan Speknya

27 views

Sarumpun.com – Black Shark Technology, sebuah perusahaan game asal Tiongkok, telah dikenal luas karena berperan dalam menciptakan perangkat bernama Black Shark. Perusahaan ini menerima dana investasi dari Xiaomi untuk memproduksi apa yang kami kenal sebagai seri Xiaomi Black Shark.

Black Shark 2

Black Shark 2

Generasi pertama ponsel ini lahir tahun 2018, melalui Xiaomi Black Shark. Setelah itu muncullah Xiaomi Black Shark Helo yang merupakan update minor untuk Xiaomi Black Shark generasi pertama. Seri Xiaomi Black Shark kemudian memperkenalkan generasi penerus atau generasi kedua bernama Xiaomi Black Shark 2 atau Xiaomi Black Shark 2 Skywalker.

Apa yang menarik dari Xiaomi Black Shark 2? Apa kelebihan dan kekurangannya? Yuk simak pembahasannya di bawah ini. Namun sebelum membaca, simak juga artikel mengenai kelebihan dan kekurangan Xiaomi Black Shark generasi pertama dari seri Black Shark.

Spesifikasi Xiaomi Black Shark 2

Ponsel Black Shark 2 yang di bandrol dengan harga Rp. 5 Jutaan ini memiliki spesifikasi utama seperti berikut:

spesifikasi

Kelebihan Xiaomi Black Shark 2

Penasaran ingin tahu kelebihan dan kehebatan yang ditawarkan Xiaomi Black Shark 2? Kalau iya harus cari tahu sendiri pada penjelasannya di bawah ini ya.

Kinerja super cepat
Sebagai sebuah ponsel gaming, Xiaomi Black Shark 2 tentunya harus memiliki performa yang kencang dan mumpuni. Selain itu, hanya Xiaomi Black Shark generasi pertama yang bisa mencapai nilai Antutu 290.499. Lantas bagaimana dengan Xiaomi Black Shark 2?

Dengan dukungan chipset Snapdragon 855 dan RAM hingga 12GB, jelas ponsel ini menawarkan performa yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Seperti yang ditunjukkan oleh situs TrustedReviews, yang menunjukkan bahwa performa dari HP ini cepat.

Baca Juga: HP Gaming terbaik 2021

Nilai Antutu yang didapat oleh Xiaomi Black Shark 2 cukup tinggi yaitu mencapai 360 ribu. Nomor referensi lain juga tinggi. Multicore Geekbench hanya memberikan angka 11.295. Nilai benchmark lengkap dari Xiaomi Black Shark dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Dalam pengujian yang dilakukan oleh Tomsguide, Xiaomi Black Shark 2 mencetak skor 11.174 ribu untuk multicore Geekbench 4. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan yang didapat oleh TrustedReviews.

Angka tersebut sekaligus memposisikan kinerja Xiaomi Black Shark 2 yang lebih unggul dibandingkan Samsung Galaxy S10 dan Apple iPhone XS. Samsung Galaxy S10 mendapat skor Geekbench 10.813 sedangkan iPhone XS mendapat skor 11.420.

Menampilkan nomor referensi Xiaomi Black Shark 2 tentunya tidak cukup. Sebagai ponsel gaming, tentunya ponsel ini harus lolos verifikasi uji coba gaming yang benar. Dan Tomsguide dan TrustedReviews telah menunjukkan bahwa Xiaomi Black Shark 2 benar-benar memiliki kemampuan untuk menjalankan game yang bagus.

Tomsguide menjajal Xiaomi Black Shark 2 dengan memainkan game PUBG Mobile dan Asphalt 9: Legends secara bolak-balik. Dengan kondisi tersebut, Xiaomi Black Shark 2 mampu menjalankan kedua game tersebut dengan lancar tanpa adanya ponsel yang kepanasan.

TrustedReviews bahkan mengungkapkan kepuasannya dan memuji Xiaomi Black Shark 2 sebagai ponsel yang mampu memberikan peningkatan signifikan. Saat ponsel ini diajak bermain, tak terhitung frame rate yang turun drastis. Hal tersebut memberikan efek bahwa Xiaomi Black Shark 2 dapat memberikan pengalaman bermain game dengan tampilan visual yang super mulus.

Baca Juga: HP Gaming murah dengan spesifikasi gahar

Terlebih lagi, Xiaomi Black Shark 2 mampu mengatasi kondisi overheating. Anda tidak akan menemukan kondisi Xiaomi Black Shark 2 dengan permukaan bodi yang terasa panas. Ini karena Xiaomi Black Shark 2 memiliki sistem pendingin yang disebut dengan sistem pendingin cair.

Sistem pendingin ini sudah ada sejak generasi pertama Xiaomi Black Shark. Sistem ini dinilai efektif dalam mendinginkan prosesor bersuhu tinggi saat diajak bermain game dengan cepat. Sesuatu yang tentunya patut diapresiasi oleh Xiaomi Black Shark 2.

Desain modern dan sporty
Xiaomi Black Shark 2 mempertahankan ciri khasnya sebagai HP untuk gaming dengan membuat bodinya tampil memiliki desain yang lebih modern dan sporty. Kali ini, desainnya lebih memancarkan cahaya, yang membuat Xiaomi Black Shark 2 tidak kalah dengan game mobile lainnya.

Menariknya, cahaya yang keluar bukan hanya hijau. Saat ponsel ini memutar Spotify, lampu di bilah lampu akan terasa seperti menari mengikuti irama. Lampu tersebut akan memancarkan berbagai warna. Kilatan warna ini jelas merupakan ciri khas dari apa yang dikenal sebagai RGB, warna cahaya yang dibanggakan oleh para gamer.

Xiaomi Black Shark 2 dibingkai dengan warna hijau zamrud metalik. Hal ini membuat desain HP ini terasa lebih kokoh. Selain itu, logo “S” di bagian belakang ponsel yang menyala tetap sama dengan seri sebelumnya.

Menariknya, bagian depan ponsel ini terlihat lebih cantik. Xiaomi Black Shark 2 mengusung desain melengkung yang juga dikenal dengan istilah lengkung yang membuatnya terlihat menarik di bagian depan. Mengambil sisi desain ini menjadikan Xiaomi Black Shark 2 berbeda dibandingkan ponsel lain.

Contohnya adalah Razer Phone 2 atau layar pada Asus ROG Phone yang cenderung memiliki sudut lebih tajam. Sedangkan dengan print yang melengkung membuat Xiaomi Black Shark 2 tampak memiliki desain cantik seperti yang dikenakan oleh Samsung Galaxy S9 Plus.

Layar AMOLED
Keunggulan lain dari Xiaomi Black Shark 2 adalah layarnya. Layar ponsel ini memiliki resolusi Full HD + 2340 x 1080 piksel dengan kerapatan layar hingga 430ppi. Layar ini menggunakan panel AMOLED, panel layar yang cukup bagus.

Menggunakan panel AMOLED jelas merupakan peningkatan yang bagus. Pasalnya, Xiaomi Black Shark 2 generasi pertama hanya mengusung panel layar IPS LCD. Penggunaan AMOLED di ponsel ini jelas membuat layar Xiaomi Black Shark 2 memiliki kontras yang bagus.

Menggunakan panel AMOLED ini membuat Xiaomi Black Shark 2 mampu menampilkan tampilan visual yang baik, bahkan saat memutar video dalam suasana gelap. Tentunya hal ini juga berpengaruh pada saat bermain game dengan gambar dalam kondisi minim cahaya yang tentunya akan memberikan pengalaman menonton yang baik.

Yang bisa sedikit disayangkan, ponsel ini hanya memiliki resolusi Full HD. Penggunaan resolusi ini bisa dimengerti. Alasannya biasanya karena pengurangan biaya sehingga HP bisa menjual lebih murah. Meski efeknya jelas membuat layar kurang tajam.

Baterai tahan lama
Seperti pendahulunya, Xiaomi Black Shark 2 menawarkan baterai berkapasitas 4.000 mAh. Kapasitas baterai HP ini cukup besar dan bisa dikatakan daya tahannya cukup baik. Seperti yang dikatakan Tomsguide, ponsel ini memiliki daya tahan baterai yang baik.

Dalam pengujian yang dilakukan Tomsguide, Xiaomi Black Shark 2 bisa mencapai 13 jam 50 menit. dalam pengujian baterai. Hasil ini lebih baik dari ponsel ASUS ROG yang hanya mencapai 8 jam dalam pengujian yang sama.

sebuah situs teknologi ternama, juga menjajal Xiaomi Black Shark 2 Dalam uji pemakaian sehari-hari yang dilakukan oleh AndroidAuthority, Xiaomi Black Shark 2 mampu bertahan hingga 48 jam dengan sedikit sisa. Tentunya dengan kondisi penggunaan yang wajar.

Saat menguji game seperti Fortnite atau Asphalt selama lebih dari satu atau dua jam, baterai ini masih menyisakan banyak hal untuk digunakan sepanjang hari. Tentu saja, di malam hari, Anda bisa mengisi ulang tenaga.

Sebenarnya pengisian daya ponsel ini cukup cepat. Karena itu, tidak perlu menunggu malam dan tidur sambil mengisi daya ponsel Anda. Waktu pengisian daya ponsel ini tergolong cepat karena mampu mengisi daya hingga 60% hanya dalam waktu 30 menit. Misal, jika baterai HP ada di 10%, isi saja selama setengah jam, persentase baterai akan mencapai 70%.

Kecepatan pengisian daya ini tak lepas dari hadirnya teknologi Qualcomm Quick Charge 4.0 yang ditanamkan ke dalam ponsel ini. Berkat teknologi tersebut, Xiaomi Black Shark 2 dapat diisi daya dengan tegangan 27W. Tentunya ini sebuah peningkatan, mengingat Xiaomi Black Shark generasi pertama hanya dibekali dengan teknologi Qualcomm Quick Charge 3.0.

Android Murni dan Shark Space
Xiaomi Black Shark 2 hadir untuk menawarkan sistem operasi Android murni, juga dikenal sebagai Android Stock. Tidak ada penyesuaian di bagian layar ini, semua fitur, tampilan, dan ikon khas dari Stock Android. Sistem operasi Android yang digunakan dengan sendirinya adalah Android Pie. Berikut ini contoh tampilan Androidstock UI pada Xiaomi Black Shark 2.

Dengan penggunaan Android murni, jelas Xiaomi Black Shark 2 tidak membutuhkan banyak sumber daya. Hal ini berpengaruh pada performa HP secara keseluruhan yang lebih optimal. Karena umumnya menggunakan antarmuka pengguna itu sendiri akan menghabiskan sumber daya.

Mengusung sistem operasi Android murni bukan berarti ponsel ini tidak memiliki fitur-fitur menarik. Aneh rasanya bukan jika ada game HP, tapi tidak memiliki fitur untuk bermain game. Nah, fitur untuk menunjang pengalaman bermain game di ponsel bernama Shark Space.

Shark Space adalah fitur khusus untuk menyempurnakan pengalaman bermain game di Xiaomi Black Shark 2. Fitur ini memiliki tombol hijau khusus di sebelah kanan. Dengan fitur ini, pengguna Black Shark 2 akan dengan mudah mengakses berbagai permainan.

Shark Space juga bisa menjadi jalan pintas saat pengguna fokus pada aplikasi lain. Misal saat kamu sedang nonton Youtube dan bosan ingin main game, tinggal tekan saja tombol Shark Space, kamu akan langsung diarahkan ke berbagai game. Ini juga akan menyebabkan sistem melakukan pengoptimalan seperti membersihkan penggunaan RAM dan menonaktifkan notifikasi.

Fitur ini pasti bagus dan bermanfaat. Apalagi jika gamer lebih menyukai fitur yang memberi mereka akses langsung ke game yang mereka sukai.

Secara umum penggunaan Android murni sudah pasti lebih baik dari JoyUI, user interface yang digunakan pada generasi pertama Xiaomi Black Shark. Pasalnya JoyUI bisa dibilang merupakan user interface yang kurang optimal dan banyak yang kecewa karena user interface ini tidak semenyenangkan namanya.

Dukungan pengontrol
Sebagai sebuah ponsel gaming, Xiaomi Black Shark 2 jelas harus memberikan pengalaman bermain game yang menyenangkan. Karena itu, Xiaomi Black Shark 2 mendukung penggunaan pengontrol.

Pengontrol ini lebih menarik dibandingkan dengan pengontrol generasi pertama Xiaomi Black Shark. Xiaomi Black Shark 2 memiliki pengontrol untuk memainkan game yang mirip dengan JoyCons Nintendo Switch. Pengontrol ini dapat dipasang di kedua sisi dan membuat Xiaomi Black Shark 2 terlihat seperti perangkat konsol portabel.

Kehadiran pengontrol ini jelas akan membuat Xiaomi Black Shark 2 semakin menyenangkan. Apalagi jika kamu memainkan game seperti FPS, game bertema Battle Royal, atau game lain yang membutuhkan banyak tombol khusus yang perlu ditekan secara bersamaan.

Menggunakan pengontrol jelas akan membuat layar menjadi jelas dan fokus pada memberikan pengalaman visual. Sayangnya, pengontrol untuk Xiaomi Black Shark 2 ini dijual terpisah.

Kekurangan Xiaomi Black Shark 2

Meski terlihat sangat “WAH”, Xiaomi Black Shark 2 ternyata masih memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.

Tampilan bingkai maksimum 60Hz
Penggunaan panel AMOLED pada Xiaomi Black Shark 2 harus menjadi penyempurnaan. Namun harus diakui juga ada kekurangan layar yang ditawarkan oleh Xiaomi Black Shark 2. Salah satunya adalah frame rate yang ditawarkan hanya mencapai 60Hz.

Bandingkan dengan ponsel gaming lain yang menawarkan frame rate lebih baik seperti Razer Phone 2. Ponsel ini menawarkan frame rate hingga 120 GHz. Dengan frekuensi gambar yang tinggi, pengalaman bermain game akan lebih lancar dan lancar. Frame rate 60Hz tidak terlalu buruk

Selain itu, layar Xiaomi Black Shark 2 memiliki tingkat kecerahan yang lebih rendah. Berdasarkan spesifikasinya, tingkat kecerahan layar ponsel ini adalah 430 nits. Seperti yang diungkap oleh AndroidAuthority, Xiaomi Black Shark 2 memiliki tingkat kecerahan yang kurang baik.

Sebagai perbandingan, Razer Phone 3 memiliki tingkat kecerahan 580 nits. Tentu saja, ini menjadi “pekerjaan rumah” bagi produser Xiaomi Black Shark. Selain itu penggunaan resolusi Full HD membuat layar pada ponsel ini tidak terlalu tajam. Namun kabarnya ponsel ini akan mengeluarkan versi Quad HD.

Kamera biasa-biasa saja
Xiaomi Black Shark 2 menawarkan dua kamera belakang. Kamera pertama berukuran 48 MP yang mendukung dual pixel PDAF. Kamera kedua adalah kamera telefoto 12 MP yang mendukung PDAF dan zoom optik 2x. Dilihat dari spesifikasinya, kedua kamera ini terlihat menjanjikan. Tapi, mari kita lihat contoh tangkapan kamera di bawah ini.

Tak bisa dibilang hasil jepretan kamera Xiaomi Black Shark 2 itu istimewa. Hasilnya cenderung normal. Wajar saja mengingat ponsel ini cocok untuk bermain game. Namun tentunya kini smartphone selalu tidak lepas dari dukungan kamera yang bagus, apalagi Xiaomi Black Shark 2 dibekali dengan chipset Snapdragon 855 yang ngomong-ngomong memiliki ISP yang bagus.

AndroidAuthority mengklaim hasil jepretan kamera Xiaomi Black Shark 2 biasa-biasa saja. Namun, kualitasnya ternyata lebih tajam dari yang diharapkan. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Trustredreviews yang mengklaim bahwa hasil kamera HP ini bagus, hanya saja tidak sebanding dengan ponsel lain yang fokus pada fotografi.

Berhubung Xiaomi Black Shark 2 bagus untuk gaming, wajar saja kalau dari sisi kamera, ponsel ini tidak terlalu mengesankan. Namun sebagai ponsel high-end tentunya banyak yang berharap lebih dengan kualitas kamera ponsel ini.

Tanpa jack audio 3.5mm
Xiaomi Black Shark 2 sudah menggunakan port USB Type-C. Sayangnya, seperti ponsel modern lainnya, ponsel ini mencabut jack audio. Artinya, tidak ada port 3.5mm di ponsel ini. Ini jelas merupakan kekurangan tersendiri mengingat masih banyak orang yang membutuhkan pelabuhan ini.

Selain itu, bermain dengan headset kabel lebih menyenangkan. Nampaknya perkembangan tidak adanya audio jack pada ponsel telah memaksa pengguna untuk beralih menggunakan headphone nirkabel.

Body Bongsor
Bodi metal yang kokoh dari Xiaomi Black Shark 2 berdampak pada bobot ponsel ini. Bobotnya mencapai 208 gram. Hal ini membuat Xiaomi Black Shark 2 terasa agak berat. Apalagi ponsel ini banyak menggunakan casing metal di bodinya.

Menurut AndroidAuthority, bobotnya yang berat membuat ponsel ini kurang nyaman jika digenggam terlalu lama. Oleh karena itu, penggunaan pengontrol sangat disarankan agar Anda dapat bermain game di ponsel ini dengan lebih nyaman.

Tidak ada fungsi eksklusif
Sebagai sebuah ponsel gaming dengan chipset high-end, jelas membuat Xiaomi Black Shark 2 tak terelakkan dibandingkan dengan ponsel high-end lainnya. Sebab, absennya fitur-fitur high-end pada ponsel ini bisa jadi menjadi kelemahan fitur tersebut.

Fitur kelas atas yang dimaksud, seperti tidak mendukung pengisian daya nirkabel dan tidak bersertifikat tahan air. Selain itu, ponsel ini juga tidak mendukung penambahan memori eksternal.

Xiaomi Black Shark 2 seharusnya telah meningkatkan fitur. Berhubung Xiaomi Black Shark tidak memiliki sertifikasi tahan air dan debu, jelas akan sangat menarik melihat bahwa Xiaomi Black Shark 2 memiliki sertifikasi IP67 atau IP68. Mungkin nanti di generasi berikutnya dari Xiaomi Black Shark.

Kesimpulan

Xiaomi Black Shark 2 memang pantas memposisikan diri sebagai HP gaming menggantikan generasi sebelumnya. Ada banyak peningkatan yang hadir di HP dibandingkan generasi sebelumnya, seperti performa, tampilan, dan dukungan driver yang lebih baik.

Cukup sekian pembahasan kita kali ini tentang Xiaomi Black Shark 2. Harga ponsel tersebut bervariasi, kunjungi terus web site Sarumpun.com agar kalian tak ketinggalan berita dan info-info seputar tips dan cara, serta teknologi terupdate.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *